Tenyata Mahasiswa yang Ditahan Hakim Alumni Sekolah Binaan Fachrul Razi

oleh -95.321 views
Ketua Timja DOB Wilayah Barat DPD RI, Fachrul Razi. Foto: Ist

JAKARTA (ADC)– Anggota DPD / MPR RI asal Aceh, H Fachrul Razi, M.IP membantah keras tuduhan oknum tertentu yang menuduh sedang “mencari panggung” saat aksi mahasiswa yang menuntut dua rekannya dibebaskan dari Lapas Kelas IIA, Lhokseumawe, kemarin. Padahal mahasiswa yang ditahan itu adalah alumni sekolah binaannya.

“Saya  tiba pagi harinya dari Jakarta, terbang menuju kota Lhokseumawe berniat mendukung dan hanya berusaha untuk membebaskan 2 Mahasiswa yang saat itu butuh bantuan Hukum. Niat saya ikhlas dan istiqamah tanpa kepentingan apapun karena mahasiswa yang ditahan adalah alumni Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) sebuah Lembaga yang saya dirikan dan mereka adik adik saya,” ujar Fachrul Razi melalui pers rilis yang diterima redaksi maubilangapa.com, Kamis, 23 November 2017.

Kehadiran dirinya di pengadilan ternyata tidak ada kaitan dengan aksi massa karena dua agenda yang berbeda, namun dalam satu lokasi. “Saya memahami atas adanya tudingan kedatangan saya dianggap hanya untuk “mencari panggung”, namun secara ikhlas saya lakukan tanpa maksud apapun demi tercapai tujuan yaitu 2 mahasiswa bisa segera dibebaskan. Sebagaimana pengalaman beberapa orang mahasiswa atau masyarakat yang pernah saya bebaskan. Semua saya lakukan tanpa publikasi karena proses hukum harus dihormati. Semoga atas tudingan maupun fitnah kepada saya, Allah SWT akan membalas dengan kebaikan yang sebenarnya,” ucapnya..

Kehadiran ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe, kata dia, dalam rangka solidaritas dan dukungan serta keprihatian atas penahanan 2 mahasiswa yang ditahan oleh Pengadilan Negeri Lhokseumawe dengan memberikan jaminan dan surat penangguhan penahanan kepada ketua Majelis Hakim dan Plt Ketua Pengadilan Lhokseumawe yang diterima pada pagi hari pukul 12.00 WIB di ruang Plt ketua pengadilan disaksikan humas pengadilan dan ketua Majelis Hakim. “Dalam pertemuan selama 1,5 jam kami membahas sqolusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan persidangan mahasiswa,” ujarnya.

Kisah mantan Jubir PA ini, pada saat rapat selesai, setelah itu massa aksi sudah berkumpul di depan pengadilan dan melakukan aksi damai setelah bergerak dari kantor Kejaksaan. “Agenda kehadiran saya dengan adanya aksi damai adalah dua hal yang berbeda. Setelah rapat dengan pihak pengadilan, Saya turun menjumpai Kapolres Karena kehadiran saya di depan massa atas permintaan Kapolres Lhokseumawe untuk bertemu mahasiswa bahwa telah ada hasil negosiasi secara positif antara saya sebagai anggota DPD RI (penjamin) dengan ketua Hakim dan plt ketua pengadilan,” ungkapnya.

Dia menegaskan, dirinya tidak ada upaya meminta diri berorasi atau meminta panggung, namun hanya berdiri saja di depan massa aksi. “Saya memahami dan menghargai jika ada mahasiswa dalam massa ramai untuk tidak berada di lokasi aksi. Kemudian saya mencoba menfasilitasi dengan pimpinan aksi dan pimpinan mahasiswa agar dapat diwakilkan beberapa orang mahasiswa untuk dapat audiensi dengan kepada pengadilan,” ujarnya.

Dan hal tersebut urainya, ada tuntutan mahasiswa agar dapat bertemu ketua pengadilan. Kemudian Fachrul Razi bertemu plt ketua pengadilan untuk bersedia bertemu mahasiswa. “Awalnya beliau menolak Karena sudah ada hasil pembicaraan sebelumnya, kemudian akhirnya beliau (Plt Ketua pengadilan) bersedia bertemu perwakilan mahasiswa,” ungkapnya.

Akhirnya pertemuan dengan Mahasiswa dan pihak pengadilan berlangsung secara baik dan musyawarah dan meminta ketua pengadilan menjelaskan ke massa mahasiswa hingga aksi berakhir dengan damai dan tertib.

“Saya memberikan apresiasi kepada mahasiswa untuk terus memperjuangkan kebenaran dan Pemerintah yang bersih dan anti korupsi serta percepatan pembangunan di Aceh,” demikian pungkas H. Fachrul Razi, MIP, Senator DPD RI asal Aceh. (r)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.