Puisi Mengandung SARA, FANAPDS: Sukmawati Wajib Dihukum

oleh -72.321 views

Banda Aceh (ADC)-Ketua Presidium Forum Aneuk Nanggroe Aceh Peduli Damai Sejeahtera (FANAPDS), Hasnawi Ilyas (foto), mendesak penegak hukum untuk segera menangkap pemilik puisi “Ibu Indonesia” Sukmawati Sukarno Putri karena telah nyata nyata menghina ajaran agama Islam. Permintaan tersebut disampaikan kepada maubilangapa.com, Kamis, 5 April 2018.

“Kami mengecam keras puisi karya Sukmawati yang merupakan anak mendiang Presiden Soekarno, karena telah menyinggung perasaan umat Islam di seluruh Indonesia, khususnya Aceh sebagai daerah mayoritas muslim dan menerapkan hukum Syariat Islam,” ujar pria yang akrab dipanggil Awi Juli ini.

Menurut Awi Juli, masyarakat Aceh, terlepas apapun makna dibalik bait puisinya, namun jelas sekali terdapat unsur pelecehan agama islam. Hal ini sangat disesalkan, mengingat Sukmawati adalah mengaku seorang muslim. 

“Sangat kita sesalkan seorang Sukmawati telah mempertontonkan sikap dan pernyataan dalam puisinya yang sama sekali tidak layak untuk dilakukan. Karena menyerang perasaan serta menyakiti hati umat islam seluruh indonesia, khususnya di Aceh yang menerapkan syariat islam”, ujar Hasnawi ini.

Eks kombatan ini melanjutkan, bahwa dirinya tidak habis pikir seorang Sukmawati bisa bersikap mendriskriminasi islam sebagai agama yang dianut mayoritas rakyat Indonesia. Tindakannya juga mencerminkan sikap anti keberagaman dan anti SARA (Suku, Agama, Ras), apapun alasannya dia harus dihukum walau sudah meminta maaf.

“Terlepas apapun makna dibalik puisinya, bagaimana bisa seorang Sukmawati tidak tahu syariat Islam. Padahal Aceh secara resmi adalah daerah di nusantara yang menerapkan syariat islam. Syariat Islam di Aceh diatur resmi dalam aturan perundangan Republik Indonesia yaitu pada BAB XVII UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh” ujar dia.

Untuk itu, dia mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap Sukmawati. Kasus tersebut nilai Awi, jadi ujian berat pihak kepolisian, apakah bersikap adil atau pilih kasih.

“Tangkap Sukmawati, kita semua sama di depan hukum. Negara ini didirikan untuk.menegak keadilan bukan menegak kekuasaan pihak tertentu,” pungkas Awi. (MU)