PPK Dinas Pertanian Kabupaten Agara Bantah Atas Issu Mark-Up Pengadaan Bebek

oleh -85.321 views

Kota Cane (MBA) – Marahalim,SP selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara, membantah atas munculnya issu yang dituding kepadanya, menyangkut pengadaan hewan jenis bebek yang dilansir sejumlah media selama ini.

Menurut Marahalim, pemberitaan yang muncul dibeberapa media itu tentang tudingan issu mark-up pengadaan hewan jenis bebek, hal tersebut tidak benar sama sekali dan sangat merugikan dirinya., ungkap Marahalim.

Dijelaskan, harga bebek tersebut perekornya Rp.70.000 dalam harga itu sendiri sudah didalamnya ongkos angkut dari asal ternak dengan biaya Rp. 5000 perekor, ditambah biaya pemeriksaan dan seleksi ternak Rp. 6000 perekor serta biaya karantina atau penampungan sementara.

Selain itu, juga ada biaya untuk penjagaan hewan, beli pakan, sewa kandang selama 14 hari Rp. 7700 per ekornya, biaya angkut dari penampunagan sementara ke titik penyerahan Rp.1.500 perekornya, biaya Provit serta inflasi Rp.3.500 sehingga total harga mencapai Rp. 70.000 perekor bebek.

Jumlah ternak bebek yang di salurkan lanjut Maharani, seluruhnya 84.452 ekor dan jumlah kelompok penerima bantuan 169 kelompok di beberapa Desa dan Kecamatan di seluruh Kabupaten Aceh Tenggara.

Sedangkan perkelompok disalurkan sebanyak 500 ekor bebek yang disalurkan mulai tanggal 05 Juli 2019 lalu dan berakhir pada awal bulan Desember 2019., jelas Marahalim, kepada media ini Jumat lalu di ruang kerjanya.

Ditambahkan, dirinya berharap kepada semua pihak, agar meyimak betul dan menganalisa terlebih dahulu supaya issu tersebut jangan sampai membuat program pro rakyat ini jadi ruyam. Karena tujuannya untuk mensejahterakan rakyat kecil khususnya peternak bebek.

“Saya berharap kepada semua pihak sebaiknya meneliti dan menganalisa terlebih dahulu, data-data yang sebenarnya supaya tidak ada yang dirugikan, apalagi ini merupakan program pemerintah untuk mensejahterakan rakyat khususnya peternak bebek,” tandas Marahalim,SP.(Mara Hasan)

No More Posts Available.

No more pages to load.