Mantan Cabup Aceh Jaya Minta Polisi Beberkan Data Pelanggan PSK Online

oleh -77.321 views
PSK Online yang dikendalikan pria asal Sumatera Utara, Andre ditangkap aparat kepolisian. Foto: PSK Online yang dikendalikan pria asal Sumatera Utara, Andre ditangkap aparat kepolisian. Foto:PSK Online yang dikendalikan pria asal Sumatera Utara, Andre ditangkap aparat kepolisian. Foto:https://www.newsbandaaceh.com/
Banda Aceh (ADC)– Nasri Saputra salah seorang tokoh muda Aceh meminta aparat kepolisian untuk segera membeberkan siapa saja pelanggan PSK online dari Andre agar publik tidak salah berasumsi terhadap kinerja aparat kepolisian.

Kepada awak media pria berpustur tubuh mungil sapaan akrab Poen Che’k mengatakan, beberapa media di Aceh baik cetak, online, dan elektronik dalam dua hari menerbitkan berita berjudul “Polisi Kantongin Data Para Hidung Belang Pelanggan PSK Online”.

Polisi kantongi para hidung belang pelanggan jasa PSK dari Andre, Lantas pertanyaannya setelah dikantongi, data para hidung belang itu mau diapain polisi.

“Kalah sudah dikantongin kenapa tidak dipublis ? Dulu saat kasus PSK jilid pertama polisi juga mengeluarkan pernyataan serupa, polisi menyampaikan informasi ke publik jika penikmat para PSK itu banyak dari kalangan pejabat dan para birokrat, tapi apa tindakan polisi terhadap pelanggan? Tidak ada kan ! Sama dengan nol besar”, tegas Sekretaris DPW PD Aceh Kabupaten Aceh Jaya yang juga mantan calon bupati Aceh Jaya ini.

Malah sambung Nasri, nama – nama pelanggan tidak dipublis ke publik dengan alasan privasi, lalu pertanyaannya kenapa disetiap kasus PSK selalu digulirkan isu jika pengguna jasa mereka kebanyakan birokrat dan pejabat.


“Sementara kita melihat belum ada tindakan terhadap apapun terhadap pelanggan, kita sangat mengapresiasi kinerja kepolisian dalam menggungkapkan kasus prostitusi online ini, namun kita khawatirkan dengan tidak dibeberkan data pelanggan publik akan berasumsi apakah nama – nama pelanggan itu hanya sekedar untuk dimasukin kantong, maksudnya hanya sekedar untuk dikantongin saja tanpa ada tindakan hukum apapun terhadap mereka baik itu hukum pidana maupun hukum syariat yang berlaku di Aceh,”  tutup Nasri. (MU)