Mahasiswa Singkil Tuntut Pimpinan DPRK Diproses Hukum, Ada Apa?

oleh -79.321 views

Banda Aceh (ADC)-AMPPAS (Aliasnsi Mahasiswa Pemuda Peduli Singkil) menantang BKD (Badan Kehormatan Dewan) Singkil segera memproses oknum pimpinan DPRK berinisial Y yang diduga menyalahgukan jabatan. Desakan tersebut disampaikan saat menggelar demo di bundaran simpang lima, Banda Aceh, Rabu, 13 Desember 2017 Pukul 9.30 WIB.

Dalam aksi itu, mahasiswa dan pemuda peduli Singkil meminta BKD DPRK Singkil segera memproses salah satu pimpinan DPRK Singkil yang diduga telah menyelewengkan dana sebesar 42 juta rupiah.

“Untuk keperluan perjalanan dinas pada pagu anggaran Perubahan 2017 bulan November lalu, sikap itu sangat kita sayangkan sebab proses penganggaran dana sebesar 42 juta tersebut tanpa melalui Paripurna di DPRK Singkil, terkesanain sendiri untuk penamban SPPD nya selaku salah satu pimpinan DPRK,” demikian mahasiswa mengawali orasinya.

Selain itu  pengunjukrasa juga meminta BKD segera memproses agar persoalan ini segera ada titik terangnya.

“Jika bersalah segera dilimpahkan ke penegak hukum, dan penegak hukum jangan tutup mata, kami sebagai mahasiswa dan pemuda Aceh Singkil sangat menyayangkan sikap oknum pimpinan dewan yang telah mencoreng nama baik Aceh Singkil khusunya DPRK Aceh Singkil,” teriak mahasiswa.

Mahasiswa juga sangat menyesalkan perilaku oknum dewan, dimana sebagai daerah tertinggal, masih saja ada oknum di Singkil yang mengelabui seenaknya untuk SPPD keluar daerah,.

“Perkara Ini juga telah dilakukan di internal DPRK yaitu sejumlah anggota DPRK Aceh singkil mengirimkan surat mosi tak percaya kepada salah satu pimpinan DPRKyang dengan sengaja menyalahgunakan jabatan selaku pimpinan, oleh karna itu kita mempertegas kembali agar BKD (Badan Kehormatan Dewan) berkomitmen menuntaskan perkara ini dan terbuka untuk rakyat karena beliau adalah pimpinan parlemen Singkil,” sambung mahasiswa lainnya.

Selain diproses hukum, mahasiswa juga meminta yang bersangkutan untuk segera dinonaktifkan sehingga oknum tersebut dapat menghadapi proses hukum berjalan lancar.

“Proses penyelesaiannya harus transparan dan terbuka, kalau tidak maka sama saja BKD dan salah satu pimpinan DPRK Singkil terjadi kongkalikong, rakyat tetap ditipu,” kata Zazang Nurdiansyah selaku koordinator aksi lapangan,

Aksi unjuk rasa ini berjalan damai dan mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian Kota Banda Aceh. (MU)