Laskar Merah Putih Siap Bikin Tak Nyenyak Tidur Kubu ‘Dua Bendera’ di Aceh

oleh -164.321 views
Pengurus Laskar Merah Putih Aceh foto bersama. Foto: Arifin

 

BANDA ACEH | AP-Ketua DPD Laskar Merah Putih Aceh AKBP Purn Sutri Hamdani mengingatkan kepada pihak-pihak yang coba-coba mengibarkan bendera selain bendera merah putih di Aceh. Menurut mantan Bos Densus di Aceh ini, pihaknya siap membuat pihak-pihak yang ‘mendua’ terhadap mereh putih tak tenang siang dan malam bila terus merongrong merah putih.

“Laskar Merah Putih tidak pernah mau mendengar cerita dua Bendera, di republik ini hanya satu bendera yaitu bendera merah putih, jika ada yang berbicara tentang dua bendera, kami bikin dia tidak bisa tidur nyenyak malam,” tegas Sutri Hamdani pada acara pembukaan rapat kerja ormas itu di Komplek Pendopo Gubernur Aceh, Jum’at 16 Desember 2016 malam.

Menurut Sutri, tujuan dari organisasi ini adalah untuk membuat masyarakat merasa aman, merasa damai dan betul – betul melindungi mereka, dan jangan sampai masyarakat yang tertindas.

“Jika ada yang melakukan itu maka siapapun dia kita akan lawan,” ujarnya.

Kedepan Pihak Ormas LMP memiliki wacana membangun monumen kebangsaan, seperti tugu garuda dan tugu pancasila karena hingga saat ini di Aceh belum ada.

“Kalau dulu kan ada pelajaran P4 dan sebagainya, kasihan anak-anak yang tumbuh dewasa tak tahu apa itu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), apa itu Bhineka Tunggal Ika, dan apa itu Undang -Undang Dasar (UUD 1946)  jangan sampai mereka tidak paham dengan itu karena sudah hilang semua, oleh sebab itu, dengan adanya Laskar Merah Putih (LMP) akan membangun monumen -monumen Nasional bersama pemerintah, mulai dari provinsi sampai ke kabupaten/kota, wacana tersebut adalah program kerja tahun 2017,” tekad Sutri.

Selain program di atas, Sutri juga mengatakan bahwa ia adalah putra Aceh yang lama bertugas di Kepolisian Daerah Aceh. Melihat banyak lahan-lahan di Aceh yang cukup luas dan selama ini belum tergarap. Pihaknya ingin bersama pemerintah untuk memanfaatkan lahan tersebut digarap oleh masyarakat.

“Kalau tadinya masyarakat bekerja dengan orang sebagai buruh, dengan memanfaatkan lahan tersebut maka rakyat sebagai pemilik usaha, jadi bukan lagi sebagai buruh, dan proses ini diharapkan pemerintah memberikan bantuan modal dan melakukan pengawasan, setelah berhasil baru dilepaskan untuk bekerja sendiri,” sarannya.

Terkait dengan Pilkada Aceh tahun 2017 nanti, posisi Laskar Merah Putih berada di tengah-tengah dan hanya melakukan pengawasan agar pilkada ini berjalan aman dan damai.

“Walaupun sudah ada tim pemenangan calon yang meminta dukungan dengan menanyakan apa yang bisa saya bantu namun saya katakan tidak ada dan saya tidak perlu dibantu karena saya sudah tahu niat kalian,” bebernya.

Selain menolak ajakan tersebut,  dia juga mengingatkan pihak itu supaya tidak membuat opini macam-macam dan perbuatan yang merongrong kedaudalatan NKRI di Aceh.

“Satu hal yang perlu saya sampaikan bahwa, kalau calon yang kalian dukung menang, Laskar Merah Putih tidak pernah mau mendengar cerita dua bendera, di republik ini hanya satu bendera yaitu bendera merah putih, jika ada yang berbicara tentang dua Bendera kami bikin dia tidak bisa tidur nyenyak malam,” tegasnya.

Seperti diketahui, pasca MoU Helasinky ditandatangani Tahun 2005 silam, Pihak GAM terus berupaya supaya bendera bintang bulan dapat dikibarkan di Aceh. Langkah-langkah ke arah itu terus dilakukan termasuk membuat qanun soal bendera dan mengalang dukungan politik, terutama saat pemilihan anggota legislatif dan pilkada per 5 tahun sekali. [Arifin|TM]

No More Posts Available.

No more pages to load.