Jalan Disabotase dengan Batu Gajah,  Pengusaha Lapor ke Polres Bireuen

oleh -142.321 views

BIREUEN (maubilangapa)-M Yudi Pratama, Warga Juli Tambo Tanjong, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, tepaksa harus melaporkan ES alias ET  ke Polres Bireuen, Sabtu (4/11) menyusul aksi sabotase dengan peletakan Batu Gajah di lintasan jalan yang menuju ke tempat usahanya di pegunungan Dusun Bivak, Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Bireuen.

Keterangan yang dikumpulkan media ini menyebutkan, awal diletakkan Batu Gajah yang disebut-sebut atas perintah ES alias ET Warga Juli Keude Dua, Kecamatan Juli, Bireuen. Jalan di Pengunungan Desa Bivak Juli dibangun dengan dana pribadi M Yudi Pratama dengan menghabiskan dana hampior Rp 1 Milyar, yang pembagunan jalan itu menyusul keluarnya izin penambangan  sirtu (pasir dan Batu), golongan C. Disebut-sebut, Batu Gajah dilietakkan dengan mengunakan alat berat Becho lewat operator yang biasanya disapa Laeh.

Alasan diletakkan batu gunung, yang sebenarnya tidak boleh dieplaoitasi itu, karena M Yudi Pratama tidak memboleh para supir dum truk yang akan mengangkut batu gajah itu, melintasi jalan yang dibuatnya itu.

Tentu saja ES alis ET geram, mengingat ianya sudah mendatangkan Becho untuk merintis penggalian batu gajah yang tidak berizin  itu, kemudian di sebut-sebut memerintahkan operator becho  untuk meletakkan batu gajah di tengah jalan, yang merupakan jalan lintasan kenderaan menuju tempat usaha Galian C milik M Yudi Pratama, dengan harapan siapapun tidak bisa lagi melitasasi jalan tersebut.

Pelaku ES alias ET mulai mentatangkan alat berat  untuk  melekukan pekerjaan penambangan Batu Gajah ke Desa Bivak, sejak Kamis,  (2/11), pada keesokan harinya, Jumat  (3/11), mulai ditemukan batu-batu gajah yang sudah ditumpuk di area penambangan liar Dusun Bivak.

Ternyata, hari itu juga M Yudi Pratama mengultimatum para supir agar jangan coba-coa melintasi jalan yang sudah dikerjakan itu. Dia melarang karena ES alias E tidak  memilki andil andil sedikitpun dalam pembangunan tersebut, yang sebelumnya hanya merupakan jalan tikus yang saat ini berubah jadi jalan yang sudah bisa dilintasi berbagai jenis kenderaan berat.

Menurut Yudi Pratama kepada media ini, di Bivak, Sabtu (4/11) mengaku dinya  tidak dihargai sekaligus berembuk dengan dirinya selaku pemilik modal pengerjaan jalan tersebut. Tapi, yang beersangkutan dengan gaya preman ingin menerobos jalan itu. Arinya memerintahkan supir dum truk untuk masuk melalui jalan yang dikerjakan oleh M Yudi Pratama untuk mengevakuasi batu gajah yang merupakan pesanan salah seorang pengusaha di Peusangan.

Tak pelak, supir dum truk tidak mau mengambil resiko, dan akhirnya menolak melintasi jalan tersebut. Ditambahkannya, , Sabtu (3/11) berdasarkan keterangan M Yudi Pratama kepada media ini, membuat ES alis ET geram, karena dinya melarang supir itu masuk melalui jalan tersebur. Sehingga diperkirakan, Sabtu (2/11) Magrib, ES alias ET dikabarkan memerintahkan operator becho menutup jalan dengan batu gajah yang merupakan  tindakan tersebut tidak ubahnya sebagai kegiatan sabotase dengan coba menggagalkan kenderaan tengangkut sirtu tidak berurusan dengan pemilik usaha galian C, milik M Yudi Pratama.

Terakhir, kasus tersebut mareka saling buang badan, termasuk saling menyalahkan satu sana lain, katanya  ES alias ET membantah menyuruh operator  becho untuk meletakkan batu gajah di tengah jalan. Tapi, perbuatan itu dilakukan salah seorang kepala Dusun di Bivak, MN yang katanya kehendak masyarakat, tapi tanpa disebutkan masyarakat yang mana.

Menuut Yudi  tindakan menutup jalan dengan batu gajah, sangat merugikan usahanya, mengingat kenderaan  tidak bisa lagi masuk ke areal miliknya. Karenja batu gajah tidak dipindahkan juga, akhirnya dengan terpaksa  pada Minggu (4/!1) melaporkan ke Polres Bireuen untuk diambil tindakan selanjutnya tentang sabotase tersebut

Menyangkut hal tersebut, M Yudi Pratama  mempertanyatakan, jika kemauan orang Kampung, dasarnya apa, di kawasan itu tidak ada rumah di pinggir jalan, dan penduduk nya umumnya  tidak miliki tanah di kawasan itu, sehingga perlu di[pertanyakan tentang keberatannya, sehingga jalan harus ditutup batu gajah.

Dirinya, juga tidak pernah melarang orang kampung melintasi jalan tersebut, termasuk tidak melarang mobil mini bus untuk melintasi jalan tersebut. Terkecuali  kenderaan pengangkut batu gajah yang tentu saja harus berkoodinasi dengan dirnya, jika ingin mengunanakan jalan tersebut.

“Saya tidak permasalahkan tentang batu gajah yang tidak ada izin itu, tapi semua kenderaan pengangkut material bisa melewati jalan itu dengan kordinasilah atau berembuk dengan saya,” jelasnya.

Menyangkut tindakan sabotase di jalan yang diduga  dilakukan ES alis ET, pihak M Yudi Saputra mengaku sudah melaporkan ke Polres Bireuen, yang ternyata pihak Polres Bireuen bertindak cepat sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dengan menurunkan anggotanya ke lokasi di pengunungan Dusun Bivak,. Sabtu (2/11) yang berdasarkan informasi, pemeriksaan tentang kasus tersebut, baik siapa yang memerintahkan peletakan batu gajah terseebut, ternasuk dengan apa diletakkan, juga betul tidaknya tindakan itu atas kemauan masyarakat, akan berlangsung Senin (6/11).(Maimun Mirdaz)

Foto: Sejunlah personil  Polres Bireuen langsung turun ke Lokasi setelah menerima laporan penutupan jalan dengan menggunakan batu jajah ke area galian C  di pegunungan di Dusun Bivak, Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Sabtu (4/11).foto  Mun.

No More Posts Available.

No more pages to load.