IMM Abes Minta Usut Prostitusi Online Hingga ke Akarnya

oleh -80.321 views

Aceh Besar – (ADC) – Prostitusi Online kian marak akhir-akhir ini, bahkan gadis belia (bawah umur) pun telah menjadi trend untuk mendapat uang dengan cara menjual diri ala media sosial.

Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang (Kabid) Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadyah PC (IMM) Aceh Besar (Abes) Zulkarnain Sabtu (25/03/18) kepada media ini mengatakan, terkait penggrebekan prostitusi online di salah satu hotel berbintang di Aceh Besar, IMM Abes minta agar aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut hingga ke akar-akarnya.

“Kan sudah ada aturan tentang cyber crime karena prostitusi online itu merupakan salah satu bentuk dari cyber crime. Penegak hukum harus cari siapa dalangnya”., kata Zulkarnain.

Kemudian pihak aparat hukum juga harus menyelidiki apakah pengelola hotel ikut memfasilitasi sarana kebutuhan perbuatan itu., sebutnya.

IMM Abes berterimakasih kepada aparat kepolisian yang telah membongkar sindikat prostitusi online yang telah meresahkan masyarakat, kita mengharapkan kedepannya polisi terus semakin berperan aktif dalam menjaga pelaksanaan syariat islam di Aceh

Selain itu, tentunya kepada Pemerintah Aceh Besar untuk lebih tegas dan ketat dalam mengawasi hotel-hotel di Aceh Besar, karena prostitusi itu merupakan perbuatan “Fashya’” yang mencoreng pelaksanaan syariat Islam di bumi Serambi Mekkah ini.

Apabila memang pihak hotel juga berpesan dalam suksesnya transaksi-transaksi yang melanggar syariat ini, maka sudah sepantasnya pihak pemerintah bertindak tegas terhadap hotel-hotel tersebut, berikan sanksi yg berat terhadap hotel yang sudah berani melanggar aturan itu.

Selanjutnya tambah Zulkarnain, kepada tersangka agar diproses dengan hukum yang berlaku di Aceh serta dibina oleh instansi yg berwenang untuk dicari tau faktor2 penyebab tersangka melakukan bisnis tersebut.

Karena terkadang banyak juga perempuan yg di eksploitasi dan dipaksa sehingga tidak dapat lepas dari dunia prostitusi tersebut, serta jika memang karena faktor ekonomi maka perlu adanya pemberdayaan ekonomi kepada para tersangka untuk memberikan solusi konkrit agar menjahui pekerjaan tersebut., tulis Zulkarnain dalam rilis yang dikirim ke media ini. (Jalal).