Hormati 13 Tahun Tsunani, Aktifitas Wisata Sabang Dihentikan 5 Jam

oleh -109.321 views

Sabang (Atjeh Daily) – Guna mengenang dan menghormati 13 tahun musibah maha dahsyat gempa bumi, yang disusul tsunami masyarakat Sabang hentikan aktifitas wisata selama 5 jam.

Warga Gampong (desa) Iboih Kecamatan Sukakarya Kota Sabang, Selasa (26/12/17) menghentikan segala aktifitas kewisataan di kawasan tujuan wisata internasional itu.

Tujuannya tak lain yaitu dalam rangka mengenang 13 tahun musibah tsunami yang menghantam wilayah Aceh dan Nias, warga dan pelaku bisnis pariwisata menghentikan, aktifitas untuk melaksanakan zikir bersama yang dilakukan di hampir seluruh Masjid dan Meunasah di Kota Sabang.

Hal itu, dilaksanakan tak terkecuali kawasan wisata tetapi juga di hampir seluruh pelosok pulau ujung barat sumatera itu, seperti yang dilakukan di kawasan Gampong Iboih.

Masyarakat tak hanya melakukan zikir dan doa bersama di Masjid, bahkan toko dan warung yang berada di kawasan wisata tersebut juga ditutup, serta aktifitas wisata bahari dihentikan selama 5 jam.

Ketua wadah kawasan pariwisata Gampong Iboih Zulfikri kepada AD, Selasa siang menjelaskan pihaknya terhitung sejak dari pukul 07.00 wib, hingga pukul 12.00 wib segala aktifitas di kawasan wisata internasional itu dihentikan selama 5 jam.

“Kami menghentikan segala kegiatan tujuan wisata internasional ini, untuk mengenang dan menghormati 13 tahun musibah maha dahsyat gempa bumi dan tsunami,” kata Zulfikri.

Ditambahka, penghentian aktifitas pada peringati musibah gempa dan tsunai, hal itu sesuai yang sudah menjadi aturan gampong setempat, yang diperkuat dengan Qanun beserta peraturan desa.

“Untuk sementara waktu saja kita hentikan aktifitas laut dan darat dikawasan wisata Gampong Iboih. Aturan itu kita berlakukan mulai dari jam 7 sampai jam 12 siang. Jadi aktifitas jual beli, aktifitas bahari semua dihentikan. Setelah zikir dan doa bersama baru kita mulai kembali” terang Zulfikri pengusaha wisata Iboih ini.

Lebih lanjut dikatakan, pengumuman penghentian aktifitas wisata bahari dan aktifitas jual- beli selama lima jam tersebut, sudah jauh- jauh hari diumumkan melalui penyebaran selebaran ke sejumlah dinas, kantor desa, serta sejumlah media termasuk media sosial.

“Sebenarnya sejak jauh hari kita sudah beri himbauan, melalui Dinas terkaitn, Masjid dan Menasah. Bahkan, kita telah mengumumkan melalui media elekteonik,” tambahnya.

Sementara itu, menurut informasi dari sejumlah panglima laot, dalam mengenang 13 tahun musibah tsunami, aktifitas melaut juga dihentikan, yang berlaku sejak 25 desember pukul 18.00 wib, dan aktifitas akan kembali dilanjutkan pada pukul 18.00 wib. (Jalal)

No More Posts Available.

No more pages to load.