GPI Aceh Gelar Diskusi Siaga Bencana

oleh -90.321 views
Foto bersama acara Diskusi Lintas komunitas tentang Kesiapsiagaan Bencana, Sabtu (30/12/2017)

Banda Aceh | Dalam rangka peringatan 13 tahun Gempa dan Tsunami Aceh, yang juga bertepatan dengan 1 tahun bencana Gempa Pidie jaya, Gerakan Pemuda Islam (GPI) Aceh mengadakan diskusi lintas komunitas yang berlangsung di Aula Kesbangpol Aceh. Sabtu (30/12/2017)

Diskusi di ikuti oleh para relawan dari Palang Merah Indonesia, relawan TAGANA, serta peserta dari berbagai  OKP tingkat Provinsi, acara ini mengusung tema ”evaluasi kesiapsiagaan bencana dan progres rehab rekon Pidie Jaya” kata ketua GPI Aceh, Subchan saputra, kepada media maubilangapa.com.

Hadir sebagai pemateri, Mukhsin,ST,MT dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Qamaruzzaman Haqni, dari Palang Merah Indonesia (PMI) kota Banda Aceh, dan M.Hasan Bangka, dari Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB).

Mukhsin,ST,MT dalam materinya menyampaikan ”sebenarnya kita telah punya format dalam proses tindakan cepat penanggulangan bencana, namun dalam tindakan di lapangan sering tidak jalan karena lemahnya koordinasi sesama lembaga rescue yang sama-sama berada di lokasi bencana,” ini harus menjadi bahan evaluasi kita bersama agar kedepan kerja rescue ini lebih terarah, tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” kata Mukhsin.

Sedang Qamaruzzaman Haqni, dari PMI kota Banda Aceh mengatakan ”dalam kerja relawan, yang menjadi komando kita adalah BPBA, jadi seperti telah disampaikan Pak Mukhsin bahwa koordinasi sesama stakeholders sangatlah perlu agar kerja rescue dapat terukur, singkirkan ego sektoral dalam bertugas, kerja relawan ini sangatlah mulia”

“Dalam tugas kemanusiaan janganlah terlalu fokus dengan bendera korp masing-masing, kita harus saling mengisi dan bahu-membahu” sambung ketua PMI Kota Banda Aceh itu, di akhir materinya Qamaruzzaman membagikan nomor call center unit transfusi darah (UTD) PMI Banda Aceh “silahkan di catat nomornya 08116815800 bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah atau ada kecelakaan di jalan raya yang membutuhkan Ambulance, serta pengaduan emergency bencana lainnya boleh menghubungi call center tersebut aktif 24 jam” demikian tutup Qamaruzzaman haqni.

Pemateri dari FPRB, M. Hasan Bangka, S.Si, memaparkan ”sebagai daerah yang tergolong rawan Bencana, titik fokus kita harus tertuju ke Pencegahan Risiko, mengurangi risiko harus menjadi fokus utama kita, oleh sebab itu semua stakeholders harus saling bersinergi, agar kita selalu siap siaga dalam menghadapi bencana,”

“kesadaran ini perlu di bangun di masyarakat, ini sudah menjadi tugas kita bersama, dengan menjadi relawan, minimal kita paham akan kesiapsiagaan menghadapi bencana dan tahu tindakan cepat tanggap yang harus kita lakukan dalam keadaan darurat, yang juga perlu kita sosialisasi ke keluarga masing-masing relawan kemudian baru ke masyarakat luas” terang Hasan yang saat ini juga menjabat sebagai sekretaris FPRB Aceh. (Dk)