Dukung Visi Misi Pemerintahan Irwandi Nova, Disnak Aceh Gelar Rakor Peternakan

oleh -83.321 views

Banda Aceh (ADC)-Dinas Peternakan (Disnak) Aceh menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Pembangunan Peternakan Aceh di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Rabu, 29 November 2017. 

Dalam kegiatan yang dihadiri perwakilan kabupaten/kota itu, Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh. Zulya Zaini Yahya, M.Si mengingatkan bahwa forum rapat tersebut sangat penting, karena forum tersebut merupakan pertemuan pertama dalam rangka menyusun perencanaan pembangunan Aceh dibawah Pemerintahan drh. Irwandi Yususf, M.Sc dan Ir. Nova Iriansyah, MT, selaku Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Periode 2017-2022.

“Sesuai dengan Renstra yang didasari oleh RPJM Provinsi Aceh, Dinas Peternakan Aceh menjalankan Visi Pemerintah Aceh yakni terwujudnya Aceh yang damai dan sejahtera melalui pemerintahan yang bersih, adil dan melayani,” ujar mantan Kepala UPTD Inkubator Kader Peternakan Aceh ini.

Seperti diketahui bersama, dari 9 misi Pemerintah Aceh, Dinas Peternakan menjalankan misi yang ke 6 yakni menjamin kedaulatan dan ketahanan pangan yang berimplikasi terhadap kesejahteraan petani melalui peningkatan produktifitas dan nilai tambah hasil pertanian.

“Dari 15 program prioritas Pemerintah Aceh Dinas Peternakan melaksanakan program perioritas Aceh, yakni Acèh Troë dan sebagian Meugoë dan Meulaôt,” tegasnya.dalam acara yang dilaksanakan dari Tanggal  28 s/d 30 November  2017 ini.

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, merumuskan dan menyamakan persepsi tentang kebijakan, program dan kegiatan pembangunan peternakan. Ini sasarannya adalah untuk mendapatkan rincian awal rencana kerja dan anggaran dari kegiatan-kegiatan yang dibiayai dengan dana Otsus-TBH Migas tahun 2018 dari masing-masing kabupaten/kota.

“Pembangunan peternakan memerlukan desain yang matang dimulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan (monitoring) sampai kepada tahap evaluasi. Perencanaan dalam implementasi pembangunan peternakan mutlak  diperlukan sehingga pagu anggaran untuk sub sektor peternakan yang jumlahnya terbatas dapat dimanfaatkan secara maksimal dan efektif agar mampu menghasilkan kegiatan-kegiatan yang produktif yang dapat memberdayakan masyarakat peternak, peningkatan pelayanan dan menggerakkan investasi,” ujarnya pada acara yang turut dihadiri pihak Bappeda Aceh ini. (MU)